Penulis Tafsir Al-Quran Pertama di Nusantara

Penulis Tafsir Al-Quran Pertama di Nusantara

Permasalahan kedatangan Islam di Nusantara, terdapat diskusi dan perdebatan panjang diantara para ahli mengenai tiga masalah pokok yaitu tempat asal kedatangan Islam, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Sejumlah sarjana, kebanyakan berasal dari Belanda, memegang teori asal muasal Islam di Nusantara adalah anak benua India, bukannya Persia ataupun Arabia. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah Pinapple, ahli dari Universitas Leiden. Dia mengaitkan asal muasal Islam di Nusantara dengan wilayah Gujarat dan Malabar. Menurutnya adalah orang-orang Arab bermazhab Syafi’i yang bermigrasi dan menetap di wilayah India tersebut yang kemudian membawa Islam ke Nusantara. Namun permasalahan siapa yang paling awal menafsir  Al- Quran di Indonesia juga patut ditelusuri. Permasalahan ini menarik untuk dikaji karena banyak tokoh-tokoh cendikiawan muslim yang sudah mampu menafsir Al-Quran awal-awal Islam di Nusantara. Namun ada juga yang berpendapat bahwa orang pribumi tidak mampu menafsir Al-Al-Quran sehingga harus menunggu ulama dari Arab saudi?

Penulis Tafsir Al-Quran Pertama di

Ilustrasi Tafsiran al-quran

Penafisran Al-Qur’an telah dimulai sejak Al-Qur’an itu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Hal ini merupakan suatu kenyataan sejarah yang tidak dapat dibantah oleh siapapun termasuk oleh sejarawan barat dan timur, baik muslim maupun non muslim. Berdasarkan data-data sejarah pada awal abad ke 16 M di Nusantara sudah muncul proses penulisan tafsir Al-Quran. Penafsiran ini dilakukan semamasa keberadaan walisongo di Jawa dan Kerajaan Aceh Darussalam di Aceh. Ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah naskah tafsir surah Al-kahfi ayat sembilan di Aceh. Naskah tersebut kemudian dibawa ke Belanda oleh seorang ahli Bahasa Arab pada awal abad ke 17. Hingga sekarang naskah tersebut menjadi manuskrip koleksi Cambridge University Library Amsterdam. Diperkirakan naskah itu dibuat pada awal masa pemerintahan Iskandar Muda namun tidak diketahui siapa penulisnya. Seorang penulis yang bernama Hamzah Al-Fansuri yang hidup antara tahun 1550-1599. Ia  ialah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup pada abad ke-16. Hamzah lama berdiam di Aceh dan terkenal sebagai penganut aliran wahdatul wujud. ia tidak segan-segan meminjam kata-kata dari bahasa Arab dan Persia dalam puisinya. Namun yang paling fenomenal ialah ia melakukan penerjemahan sejumlah ayat al-Qur’an yang terkait dengan tasawuf dalam bahasa Melayu yang indah seperti surah Al-ikhlas.

Namun Pada tahun 1693 M muncul karya tafsir al-Tarjuman al-Mustafid yang ditulis oleh Abd Rauf al-Singkily yang lengkap 30 juz semasa ia menjadi mufty Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1615-1693 M. Karya ini mengambil Tafsir Jalalain sebagai referensinya (1459) M. Kelahiran Tafsir al-Tarjuman al-Mustafid telah memainkan peran yang sangat penting dalam ruang lingkup intelektual Nusantara. al-Tarjuman Al-Mustafid merupakan Tafsir Al-Quran yang paling lengkap dari bahasa Melayu baik di Sumatra, Jawa, Penang, dan Singapura selama 300 tahun. Karya Abd Rauf al-Singkily ini juga beredar di timur tengah dan di Istambul yang di terbitkan oleh Mathba’h al-Usmaniyah 1884 M. Adapun di Cairo dan Arab Saudi karya ini diterbitkan oleh Sulaiman al-Maraghi. Namun perlu diketahui bahwa Karya tafsir ini ditulis dalam bahasa melayu-jawi atau Arab Pagon. Menurut penelitian salah satu ahli sejarah bahasa Antony Jhon pada akhir abad ke 16 M telah terjadi pembahasalokalan Islam di wilayah Nusantara. Penggunaan bahasa Arab-Jawi telah melahirkan kekuatan baru bagi bahasa melayu sehingga di jadikan sebagai bahasa resmi perdagangan, pemerintahan, dan hubungan antar negara pada masa itu. Kini bahasa Melayu hanya digunakan di Negara Malaysia. Banyak karya tafsir para Ilmuan Aceh digunakan sebagai referensi untuk perkembangan Ilmu pengetahuan Asia Tenggara.

 

Referensi

Abdullah, Taufik Dkk, Sejarah Umat Islam Indonesia, Jakarta: MUI, 1991

Abidin, Zainal,  Seluk Beluk Al-Qur’an, Jakarta: Melton Putra Offset, 1992

Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-XVIII, (Bandung: Mizan, 1994

Baidan, Nashruddin, Perkembangan Tafsir di Indonesia, Solo: Tiga Serangkai Mandiri, 2003

Gusmian, Islah, Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika Hingga Ideology, Jakarta: Teraju, 2003

Tjandrasasmita, U. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Kepustakaan Populer Gramedia.

 

 

[Total: 1    Average: 5/5]

About The Author

Related Posts