Ilustrasi jejak pelaut Aceh
Ilustrasi jejak pelaut Aceh

Aceh adalah salah satu Provinsi yang ada di Indonesia, Letak Aceh sangat strategis iaitu berada di tepi Selat Malaka sehingga menjadikan Aceh sebagai gerbang utama para pedagang luar memasuki wilayah nusantara pada awal Masehi. Oleh sebab itu Aceh penting dilihat sebagai salah satu wilayah perdagangan Internasional. Aceh merupakan pusat persinggahan para pedagang antara Tiogkok menuju India maupun Gujarat. Banyak pedagang yang membawa barang dagangan singgah di Aceh baik menghindari badai maupun istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Sejak Zaman Neolitik Aceh menjadi wilayah penting dalam upaya perpindahan bangsa dari Asia dan ekspansi budaya India. Berita terawal tentang keberadaan Aceh terungkap dari Tambo Dinasti Han (Abad 1-6 M), dalam sumber tersebut disebutkan negeri yang bernama Huag-Tche, penduduk negeri ini sama dengan penduduk Hainan, hidup dari berdagang dan perampokan. Kaisar Wang-Mang dari Dinasti Han telah meminta penguasa negeri ini untuk mengirimkan badak sebagai upeti.

Namun di Eropa jauh sebelum tahun masehi terdapat berita tentang kedatangan kapal yang membawa barang dagangan ke Alexandria untuk di tukarkan dengan orang Arab Saba. Pelaut Aceh Sumatera tampak membawa hasil kekayaan alam seperti Lada, Merica, Cengkeh, Kapur Barus, Belerang, Emas, Perak, Timah dan Logam lainya. Pada masa tersebut Sumatera termasuk salah satu wilayah pengahasil rempah terbesar di dunia. Pelaut-pelaut Aceh sudah berhasil mengarungi samudera yang luas. Mereka juga menguasai ilmu perbintangan sebagai pedoman pelayaran. Sementara orang India yang peradabannya sudah berkembang, mereka belum mampu membuat perahu layar. Walaupun secara geografis India dekat dengan Sumatera namun hanya bisa menghayal tentang keindahan Pulau Sumatera. Suatu pulau yang indah dan dipenuhi dengan hasil Alam yang melimpah sebagaimana disebutkan dalam kakawin Ramayana karya Walmiki.

Dari beberapa sumber sejarah disebutkan terjadi perpindahan orang-orang dari Sumatera ke Madagaskar jauh sebelum tahun masehi dengan menggunakan kapal layar. Menurut catatan Iskandar Agung ( Alexander the great) menjumpai pelaut dari Sumatera yang berlabuh di sungai Indus. Pelaut yang berasal dari Sumatera mengunjungi kerajaan Romawi. Mereka  menghadap Kaisar Claudius untuk melaporkan barang dagangannya. Kemudian ada juga cataan dari Idris Abad 10 masehi yang menyebutkan ia melihat pelaut Aceh di Madagaskar.  Berita ini merupakan catatan penting yang dapat memberikan petunjuk bagi kita bahwa orang Aceh sudah berlayar  sampai ke Eropa jauh Sebelum tahun Masehi.

Referensi

Zainuddin, H.M. (1961). Tarikh Atjeh dan Nusantara, Jilid I. Medan: Pustaka Iskandar Muda, irst print.

Said, H. M. (1985). Aceh Sepanjang Abad Jilid Pertama Cetakan Kedua, PT. Percetakan dan Penerbitan Waspada, Medan.

Tjandrasasmita, U. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Kepustakaan Populer Gramedia.

 

[Total: 4    Average: 4.3/5]