Bangkai kapal kuno ditemukan di Kedah

Para arkeologi telah menemukan bangkai kapal kapal kuno tertanam dalam lumpur sungai kuno yang pernah mengalir melalui situs sejarah ‘Kedah Tua’, ribuan tahun yang lalu.

Penemuan ini dibuat di Sungai Batu situs arkeologi, yang tampaknya menjadi peradaban tertua di Asia Tenggara.

Agama, Siam Urusan Masyarakat, Pariwisata dan Warisan, Ketua Komite Pekerjaan Umum Datuk Mohd Rawi Abdul Hamid mengungkapkan penemuan dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

“Para arkeologi tersandung di antara lima dan tujuh kapal kuno atau tongkang. Tiang-tiang (kapal) masih terlihat. Kapal-kapal kuno atau tongkang mengukur 40 sampai 50 kaki panjang.

“Semua ini sementara, para arkeolog yang melakukan penelitian mangrove di wilayah pesisir, tetapi dengan penggunaan teknologi satelit, mampu mengidentifikasi lokasi yang tepat dari sungai kuno,” katanya.

Mohd Rawi mengatakan kapal-kapal kuno ditemukan sekitar setahun yang lalu tapi para peneliti tidak mengumumkannya.

Sungai Batu situs arkeologi terletak di perkebunan kelapa sawit di dekat Sungai Petani, di mana peneliti sejak 2009 telah menemukan berbagai peninggalan berusia lebih dari 1.900 tahun.

Situs ini telah diverifikasi untuk menjadi sebuah peradaban yang lebih tua dari Angkor Wat di Kamboja dan Candi Borobudur di Indonesia, yang dibangun pada abad kesembilan dan ke-12, masing-masing.

Menurut Mohd Rawi, bangkai kapal dari kapal kuno yang ditemukan tertanam di daerah rawa dan berlumpur di situs arkeologi, yang ribuan tahun yang lalu adalah sungai yang dalam dan lebar.

Pada upaya untuk mengambil kapal, katanya diskusi harus diadakan antara negara bagian dan federal pemerintah, serta lembaga-lembaga yang terlibat karena biaya tinggi yang diharapkan.

Direktur Universiti Sains Malaysia (USM) global Penelitian Arkeologi Pusat Profesor Datuk Dr Mokhtar Saidin saat dihubungi, membenarkan penemuan kapal kuno.

“Kami menemukan sisa-sisa kapal kuno ketika melakukan analisis geofisika (di Sungai Batu situs arkeologi). Namun, yang perlu kita lakukan penelitian lebih lanjut dan analisis sebelum keputusan akhir dapat tercapai,” katanya.

Dia tidak menutup kemungkinan kapal-kapal cenderung menjadi usia yang sama seperti peradaban Sungai Batu itu sendiri.

Beberapa arkeolog di situs menggambarkan penemuan sebagai salah satu temuan sejarah paling penting sejauh ini.

Tapak Kedah Tua sungai Batu

Tapak Kedah Tua sungai Batu

Sebelumnya, tim arkeologi USM telah membuat beberapa penemuan penting seperti kegiatan peleburan besi, dermaga pelabuhan dan gedung administrasi.

Namun demikian, penemuan yang paling penting adalah monumen berbentuk lingkaran yang mungkin digunakan untuk ibadah dating kembali ke 110 AD atau 1.900 tahun yang lalu, dengan menggunakan teknik pendaran optik dirangsang. – Bernama

[Total: 1    Average: 5/5]

About The Author

Related Posts